Search blog.co.uk

Posts archive for: November, 2009
  • Kilas Balik MOB UBAYA 1968-2009

    Warta Ubaya Nomor 178 TH. XV Agustus-September 2009
    Media Komunikasi Universitas Surabaya

    Kilas Balik MOB UBAYA 1968-2009
    Oleh :
    Pusat Arsip dan Museum UBAYA

    Perkenalan pertama sebagai mahasiswa Universitas Surabaya hampir sama dengan mahasiswa baru di tempat lain  pada umumnya. Setelah dinyatakan lulus tes masuk dalam penerimaan mahasiswa baru mereka akan mengenal dengan apa yang disebut masa orientasi pengenalan kampus yang saat ini disebut Masa Oreintasi Bersama (MOB). Sejak Universitas Surabaya berdiri pada tahun 1968 kegiatan ini sudah dimulai meskipun dengan nama yang berbeda. Pada era tahun 60-70an dikenal dengan nama Masa Prabakti Mahasiswa (MAPRAM). MAPRAM umumnya dilaksanakan selama satu minggu dan benar-benar merupakan kenangan yang sangat manis bagi mahasiswa baru. Kegiatan ini bertujuan merubah mental maharu menjadi lebih baik, jauh dari sikap plonco (bohong/tidak tahu apa-apa).

    kilasbalikmob

    Since the University of Surabaya was established in 1968 this activity has already begun, although with different names. In the era of 60-70s known as the initiation Students (MAPRAM). MAPRAM generally implemented for a week and was really a very sweet memory for new students. This activity aims maharu mental change for the better, far from his rookie (lie / do not know anything).

  • Old Gestetner Ternyata ada di UBAYA

    Warta UBAYA  Nomor 179 TH. XV September 2009
    Media Komunikasi Universitas Surabaya

    Old Gestetner Ternyata ada di UBAYA
    Oleh : Oky Widyanarko, SE
    Pustakawan - Pusat Arsip dan Museum UBAYA

    Mendengar kata Gestetner terasa asing bagi kita terutama orang Indonesia. Kata ini sepertinya serapan dari bahasa asing. Memang demikian halnya karena Gestetner merupakan orang Hungaria bernama asli David Gestetner yang menorehkan tinta sejarah di daratan Inggris dengan penemuan spektakulernya yaitu stencil duplicating machine atau mesin duplikator stensil. Pada tahun 1881, Gestetner menemukan apa yang dinamakan wax coated paper yang digunakan dalam pembuatan mainan anak-anak dan digunakan juga sebagai bahan pembuatan tinta stensil. Sejak itu lahir apa yang dinamakan mesin stensil kantor ciptaan Gestetner. Mesin stensil pertama dipulikasikan oleh Gestetner pada tahun 1890 dan diklaim dapat mencetak 1200 copy dalam waktu satu jam. Sejak itu mesin stensil merk Gestetner mulai dipasarkan di seluruh dunia dengan pabriknya di Tottenham, North London hingga tahun 1970.

     

    UBAYA MEMILIKINYA

    Mengingat begitu panjangnya sejarah mesin ini, maka sebagai civitas akademika Universitas Surabaya boleh berbangga karena di salah satu sudut ruangan Pusat Arsip dan Museum Ubaya di Kampus Ngagel, satu mesin stensil legendaris dunia ini nampak terpajang gagah. Entah kenapa mesin itu bisa sampai disini..?!  baca lebih lengkap
    oldgestetner

    Hearing Gestetner said was foreign to us, especially those of Indonesia. These words seem to absorption of foreign languages. It is so because a person Gestetner Hungarian native named David Gestetner ink is incised in the history of the British mainland with the spectacular discovery of stencil duplicating machine or stencil duplicator machines. In the year 1881, Gestetner find what is called wax coated paper used in the manufacture of children's toys and used also as a stencil ink-making materials. Since it was born what is called the creation of the office duplicator Gestetner. First mimeograph dipulikasikan by Gestetner in 1890 and claimed to be able to print 1200 copies in one hour. Since then, Gestetner duplicator began marketed brands in the world with factories in Tottenham, North London until 1970. UBAYA OWN Given that long history of this machine, so as Surabaya University academic community should be proud because in one corner of the room and the Museum Archives Center Ubaya On-Campus Ngagel, a legendary world duplicator is seen displayed proudly. For some reason the machine can be reached here, according to a central staff of Archives and Museum,

     

  • Mahasiswa Baru dan University Heritage

    Dalam memasarkan sebuah university heritage ada tiga unsur penunjang yang bisa diunggulkan yaitu perpustakaan, pusat arsip universitas dan keberadaan sebuah museum pendidikan. Belum banyak memang perguruan tinggi di Indonesia yang memiliki ketiga unsur penunjang tersebut. Paling tidak mereka baru memiliki modal sebuah perpustakaan, sedangkan pembentukan pusat arsip dan museum pendidikan belum terpikirkan. Berbeda dengan di beberapa negara Barat sebut saja Amerika Serikat, Inggris dan Australia, konsep university heritage sudah sejak lama mereka pakai untuk memasarkan jasa pendidikan.
    mhsbaru_heritage

Friends (0)

The friend list is empty.

RSS Feed
RSS 1.0
Posts
Comments
RSS 2.0
Posts
Comments
Atom
Posts
Comments

Footer:

The content of this website belongs to a private person, blog.co.uk is not responsible for the content of this website.